Sabtu, 02 Juni 2012
Jumat, 04 Mei 2012
"Harapan Kehidupan"
Oleh Fera novana
Roda-roda kehidupan
Roda-roda kehidupan
Terus melaju
Melaju hingga titik penghabisan
Dunia ini bagai sebuah roda
Roda yang terus berputar tanpa henti
Memutar waktu menghabiskan usia kehidupan
Belajar
Belajar dari yang kecil hingga besar
Berharap bermakna di hari nanti
Aku adalah harapan
Harapan yang ditunggu di hari esok
Esok menuju kebahagiaan
Impian dalam Sebuah Embun
Oleh Fera novana
Didepan jendela kamarku, dingin semakin terasa saat kabut yang
mengenai pipiku. Menusuk hingga pori-pori kulitku. Tubuh seakan seperti
es yang ada di sebuah lemari pendingin. Mulutku bagai uap sebuah air
panas. Pagi ini air baru saja berhenti menyapa bumi. Ingin rasanya aku
memejamkan mataku kembali, tetapi “kukuruyukkkkk” senandung kokokan ayam
semakin jelas dan bertsahut - sahutan di telingaku. Rasanya tak ingin
jika aku tertidur kembali di pulau kapukku yang nyaman ini. Burungpun
ikut bernyanyi bersama-sama seperti paduan suara yang sedang tampil di
atas podium, di pimpin oleh seorang dirigen dan di sambut oleh penonton
yang sangat ramai. Mereka sangat menikmati pagi ini, seakan seperti
menyapaku pagi ini. Dedaunanpun ikut bergoyang bagai tarian yang indah
diiringi dengan sentuhan angin sepoi-sepoi seakan mengajakku untuk
kembali beraktifitas.
***
“
Rabu, 05 Oktober 2011
Status yang dihapus
Oleh : Fera novana
Tepat pukul 17.30 WIB, disebelah tower belakang rumahku. Tempat yang membuat diriku nyaman saat sore karena sejuk yang terasa oleh hembusan angin sore, matahari yang mulai beranjak menuju ufuk barat, langit yang indah berwarna kekuningan. Barisan burung – burung yang berterbangan kesana kemari. Pohon – pohon yang bergoyang merasakan getiran angin yang mengenai setiap helai daunnya. Rumput – rumput liar yang semakin segar. Daun putri malu yang mulai menutup diri dan nyanyian dari sebuah suling bambu yang terdengar semakin indah dari kejauhan. Sungguh sore indah nan damai yang ingin dirasakan setiap insan.
Jumat, 17 Juni 2011
Sentuhan dipagi Hari
Oleh : Fera novana
Pagi yang sejuk
Pagi yang sejuk
Ku buka pintu rumah ku
Ku lihat dedaunan nampak segar pagi ini
Ku lihat dedaunan nampak segar pagi ini
Ku rasakan sentuhan embun di pagi ini
Dengan kabut yang begitu tebal
Ku pejamkan mata ku
Ku rasakan setitik demi setitik kabut yang mengenai tubuh ku
Dingin....
Tapi sejuk
Ku basuhi kedua tangan ku dengan embun
Ku merasakan ia menyapaku pagi ini
Sentuhan itu membuka mataku
Membuatku tersenyum kembali
Semangat pagi dunia
Kamis, 05 Mei 2011
Ukiran Sebuah Nama
Oleh : Fera novana
Ku sebut namamu
Ku ukir dalam sebuah pahatan kayu
Pahatan indah nan elok
Pahatan indah yang taq dapat ditiru
Pahatan indah seindah hatimu
Ku ukir lagi dalam sebuah tulisan kaca
Tulisan kaca nan lucu
Tulisan kaca yang bersih dari noda-noda
Tulisan kaca,tulisan yang terukir indah
Ku ukir kembali dalam sebuah kain mungil
Kain cerah berwarna putih
Kain halus yang akan mengusap diriqu
Kain yang akan kubawa kemana qu pergi
Tp...
Ukiran demi ukiran usam satu per satu
Aku berfikir dalam benaqqu
Dimana akan qu ukir sebuah nama
Nama indah penyejuk hatiqu
nama indah yang mendamaikan hatiqu
Lalu ku ukir dalam hatiqu
Hati yang tulus untuk mu
Hati yang merasakan kasih sayangmu
Hati yang terukir namamu IBU
Jumat, 22 April 2011
Hujan di Kala Senja
Oleh : Fera novana
di kala senja datang
di kala senja datang
hujan pun iqut mnymbut kdatangan nya
mnymbut dgn riang
air iang menetes dari langit seakan seperti air iang jatuh dri sebuah lubang yg sngat kcil
terdiam qu dalam lamunan
sejenaq berfikir dalam jiwa
hujan....
mengapa kau datang d senja inni??
aqu msih terdiam
seakan hujan mnjawab apa iang aqu tnyakn
hujan mnjawab dgn setitik demi setitik air iang jatuh
aqu turun untuk mnemanimu
kau iang sdang terdiam mnatap qu
aqu pun tersenyum dan brkta
trimakasih krna kau mnemni qu d senja inni
lalu aq brtnya pda senja
senja....
mngapa kau bgitu indah??
aqu msih terdiam
seakan snja mnjawab pa iang aqu tnyakn
aqu ada u/ mnemni hujan
agar hujan taq mnakutimu
dan dpt mlihat mu selalu tersenyum
Langganan:
Postingan (Atom)