Oleh : Fera novana
Tepat pukul 17.30 WIB, disebelah tower belakang rumahku. Tempat yang membuat diriku nyaman saat sore karena sejuk yang terasa oleh hembusan angin sore, matahari yang mulai beranjak menuju ufuk barat, langit yang indah berwarna kekuningan. Barisan burung – burung yang berterbangan kesana kemari. Pohon – pohon yang bergoyang merasakan getiran angin yang mengenai setiap helai daunnya. Rumput – rumput liar yang semakin segar. Daun putri malu yang mulai menutup diri dan nyanyian dari sebuah suling bambu yang terdengar semakin indah dari kejauhan. Sungguh sore indah nan damai yang ingin dirasakan setiap insan.
Telepon genggamku bergetar begitu kencang, kulihat muncul sebuah nama yang sangat tidak asing lagi bagiku “ikhwan”. Ya,,, ikwan lah nama nya. Seorang pria tinggi berkulit sawo matang yang sudah lama aku kenal. Ku tunggu sedikit lama untung mengangkat telepon darinya agar ia dapat mendengar nada sambung pribadi yang ku pasang di ponselku. Sebuah lagu milik Seventeen @jaga selalu hatimu.
“Ku mencintaimu selalu menyayangimu sampai akhir menutup mata”
Potongan lagu yang sedikit tapi berkesan bagiku. Lalu ku angkat telepon darinya dengan nada nan lembut ku untaikan kata salam di awal berbicara. Sebuah kata yang takkan terlupa untuk awal menuju keridhaan illahi. Keindahan sore ini semakin kurasakan karena ditambahnya suara lembut nan indah yang sangat berharga bagiku.
Waduhhhh,,, berharga???
Memangnya dihagai berapa??? Rp 1.000??? hhehe
Kuekspresikan kebahagiaanku dengan sebuah senyuman. Sebuah perbincangan dengan penggalan kata – kata yang sedikit tapi bermakna, 15 menit kemudian kuambil ponselku yang satu lagi. Ku buka opera mini dengan alamat www.facebook.com. Kubuka alamat jejaring sosialku. Sebuah kata terdengar dari telepon yang masih kuangkat dengan kupasangkan headset pada telingaku. Ikwan berkata: “tik ketik ketik”, ayo ketik terus. Aku tertawa mendengar kata itu, kujawab bahwa aku sedang membuka situs jejaring sosial yaitu facebook. Lalu ia pun ikut membuka jejaring sosial tersebut. Menelepon dibarengi dengan bermain situs facebook. Subhanallah...bertambah asyik kurasakan sore ini.
Ternyata ikhwan membuat status dengan kata “kangen semua tentang akhwat, I miss u”. Tertawalah diriku dengan status itu, status yang diperuntukkan diriku. Ia pun menyuruhku untuk menjadi orang yang pertama memberikan jempol dan komentar di statusnya itu. Andai aku bisa memasang 100 jempol d facebook maka akan kuberi 100 jempol di statusnya. Tak lama kemudian mulai bermunculan jempol dan komentar yang lain. Tetapi orang – orang yang berkomentar di status itu berkata lebay. Hahaha,,,padahal menurutku itu tidak lebay tetapi terlihat sangat lucu.
Roda waktu kian merambat, tak terasa suara adzan magrib talah berkumandang di seluruh penjuru, mataharipun hanya meninggalkan sedikit sinar kuningnya yang menghiasi langit untung menyambut malam. Telepon genggamku tiba – tiba terputu, seperti biasa operator selalu saja begitu. Emm,,,salah operator apa orangnya ya??hhehe, seudzon aja nih dengan operator. Tapi tak apa, karena ini waktunya untuk menghadap sang khalik. Kutinggalkan semua telepon genggamku dengan membuat sebuah status terlebih dahulu di facebook ku sebelum kututup situs ini. “Perutku berguncang, hahaha” sebuah kometar secepat kilat hadir di statusku, ternyata ikhwanlah yang berkomentar, “makan bandellll”. Kubalas komentar “bukan karena lapar”, lalu ku log out segera dari situs ini. Beranjak aku berdiri untuk membersihkan diri dengan air wudhu. Segar kurasakan di kulit meskipun aku belum mandi sore ini. Hhehehe,,,jorok banget ya. Setelah shalat aku beranjak mandi agar tubuhku bersih dan semakin segar. Tak lama kemudian berlalu dengan tubuh bersih nan rapi, pakaian tidur berwarna putih bercorak kuning yang kukenakan. Duduk manis di atas sebuah kursi dengan memegang telepon genggam. One new message, kubuka pesan itu ternyata dari ikhwan. Ia bertanya tentang apa yang sedang kulakukan saat ini dengan dibarengi seruan yang menyuruhku untuk beranjak makan agar aku tidak sakit perut lagi. Padahal aku tidak sakit perut, hhm,,,pasti ia mengira bahwa status yang kubuat sore tadi adalah aku sedang sakit perut. Padahal status itu bermaksudkan bahwa perutku berguncang karena aku tertawa, untung saja perutku tidak terkontaminasi dengan lagu ayu tingting @alamat palsu, hhehe.aku tertawa karena melihat status lucu yang dibuat olehnya. Ternyata ia salah mengerti, ia berfikir bahwa aku tertawa karena statusnya yang lebay dan membuatku malu. Akupun berusaha menjelaskan tetap ia sudah bertindak lain, ia menghapus statusnya itu. Rasa terkejut yang kurasakan, kecewa yang mendalam dari dalam lubuk hatiku.
Mengapa ia menghapusnya???
Kata tanya bermunculan dalam benakku, sungguh keheranan yang begitu dalam membuatku sangat kecewa. Ku kirim pesan via sms melalui ponselku dengan kata “aku kecewa”. Ponselku bergetar tanda panggilan telepon, terrnyata ia meneleponku. Mutiara bening menetes perlahan, ku katakan padanya “mengapa kau tak mendengarkan penjelasanku?” sungguh aku kecewa saat kau menghapus status itu. Kata maaf seperti petir yang menyambar langsung terlontar darinya, butiran mutiarapun semakin deras terjatuh tak terhitung. Telepon yang bolak balik terputus dan akhirnya memang terputus. Pesan via sms yang lalu dikirimnya, kata permohonan maaf. Aku hanya membalas dengan kata “sudah lupakan saja, anggap hal itu tidak pernah terjadi”, kuberanjak tidur walaupun perasaan sedih masih mengganggu di fikiranku. Tapi aku mempunyai sebuah pegangan dalam diri untuk selalu mengiklaskan semua kesalan sebelum tidur, karena tidur adalah sebuah kematian yang tanpa kita sadari. Ingatlah belum tentu esok akan ada pagi.
Ayo,,,belajar mengiklaskan segala sesuatu ya.
Keep spirit!!!!
Em... settingan blognya belum selesai nih kayaknya
BalasHapusIaa.
HapusKsih masukannya iaa, makasii sdh mampir d blog saya :)